TERKINI
Veronica Makalew Borong Empat Prestasi di Kejuaraan Catur ASEAN+ 2026: Kado Istimewa di HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  ⸻  S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Profesional sepanjang HUT ke-81 RI  ⸻  TIFF 2026: Kolaborasi dan Transformasi  ⸻  Alasan Mutu Pendidikan, Sekolah Swasta Jadi Incaran Ketimbang Sekolah Negeri   ⸻   Veronica Makalew Borong Empat Prestasi di Kejuaraan Catur ASEAN+ 2026: Kado Istimewa di HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  ⸻  S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Profesional sepanjang HUT ke-81 RI  ⸻  TIFF 2026: Kolaborasi dan Transformasi  ⸻  Alasan Mutu Pendidikan, Sekolah Swasta Jadi Incaran Ketimbang Sekolah Negeri

Kelurahan Ranomea Jadi Lokasi Pembangunan Program Kampung Nelayan, Lurah Minta Dukungan Masyarakat

| | 37 Pembaca | ~4 menit baca

Amu­rang, medi­a­lis.id/ – Kelu­ra­han Rano­mea, Keca­ma­tan Amu­rang Timur men­jadi salah satu lokasi yang ren­ca­na­nya akan diba­ngun kope­rasi Kam­pung Nela­yan Merah Putih (KNMP) di Kabu­pa­ten Mina­hasa Sela­tan.

Dari infor­ma­si­nya, Kabu­pa­ten Mina­hasa Sela­tan sen­diri, ada tiga tempat yang ter­pi­lih dari lima lokasi yang diu­sul­kan. Di anta­ra­nya: Desa Matani yang berada di Keca­ma­tan Tum­paan, serta Kelu­ra­han Lopana dan Kelu­ra­han Rano­mea yang kedua-duanya berada di Keca­ma­tan Amu­rang Timur.

Kepala Kelu­ra­han Rano­mea Novke Julenda Ponga­jow mem­be­nar­kan hal ter­se­but. Ia menga­ta­kan Rano­mea men­jadi salah satu lokasi yang ren­ca­na­nya akan diba­ngun prog­ram KNMP.

“Di Sula­wesi Utara ada 65 lokasi yang akan diba­ngun prog­ram kam­pung nela­yan merah putih. Kabu­pa­ten Minsel ada tiga yang ter­pi­lih yang dini­lai seba­gai lokasi tra­te­gis untuk prog­ram ini, dan salah satu­nya Kelu­ra­han Rano­mea,” ujar Lurah Novke Ponga­jow saat dite­mui di Kantor Kelu­ra­han Rano­mea, Jumat (18/04/2026).

Novke menga­ta­kan, sejum­lah pihak ter­kait telah datang melak­sa­na­kan penin­jauan dan mela­ku­kan survei lokasi. Tuju­an­nya untuk meli­hat kela­ya­kan dan kesi­a­pan pem­ba­ngu­nan prog­ram ter­se­but.

“Kema­rin dari Kemen­te­rian KKP (Kemen­te­rian Kelau­tan dan Peri­ka­nan) telah datang menin­jau ber­sama sta­ke­hol­der ter­kait, serta dari pihak peta­na­han (ATR/BPN) juga telah datang dan mela­ku­kan pengu­ku­ran lahan,” ungkap Novke.

Ia mengung­kap­kan dari hasil survey ter­se­but dinya­ta­kan bahwa lokasi yang ada di Kelu­ra­han Rano­mea dini­lai stra­te­gis.

Semen­tara, untuk lahan yang akan diba­ngun adalah lahan ruas sungai hasil rek­la­masi pem­bu­a­tan jem­ba­tan jalan bou­le­vard waktu lalu yang kemu­dian dija­di­kan tam­ba­tan perahu oleh masya­ra­kat dengan hasil swa­daya.

Novke bilang, hasil pengu­ku­ran lahan dari pihak BPN yang akan diba­ngun KNMP dida­pati kurang lebih seluas 1.000 m². Ia mene­rang­kan nan­ti­nya dilo­kasi ter­se­but akan diba­ngun sejum­lah sarana pra­sa­rana seperti der­maga/tam­ba­tan perahu, pabrik es, gudang beku (cold sto­rage), tempat pela­ta­ran bong­kar muat, dan kios per­be­ka­lan nela­yan, serta fasi­li­tas penun­jang lain­nya.

“Prog­ram ini meru­pa­kan prog­ram stra­te­gis nasi­o­nal dari Kemen­te­rian KKP yang seja­ti­nya ber­tu­juan untuk mening­kat­kan kese­jah­te­raan masya­ra­kat nela­yan. Tentu kami dari Peme­rin­tah Kelu­ra­han yang adalah bagian dari Peme­rin­tah Kabu­pa­ten Mina­hasa Sela­tan sangat men­du­kung prog­ram ini,” terang­nya.

Ia meni­lai, pem­ba­ngu­nan prog­ram ini memi­liki dampak posi­tif bagi masya­ra­kat karena menu­rut­nya hal ter­se­but dapat meng­ge­ra­kan roda pere­ko­no­mian daerah teru­tama di kelu­ra­han Rano­mea.

Meski begitu, ia menga­ta­kan hal ini masih dalam tahap proses peren­ca­naan yang nan­ti­nya kepu­tu­san final akan dira­pat-pla­no­kan oleh Tim KKP RI pada 20 April 2026 men­da­tang untuk menen­tu­kan lang­kah imple­men­tasi fisik.

Untuk itu, ia menga­jak kepada selu­ruh masya­ra­kat agar sama-sama men­du­kung prog­ram ini. Ia ber­ha­rap prog­ram ini dapat tere­a­li­sasi dan men­da­pat duku­ngan dari semua pihak karena pem­ba­ngu­nan ini dapat meng­ge­rak pere­ko­no­mian masya­ra­kat. Selain itu akan menam­bah infras­truk­tur dan pena­taan yang tera­rah.

“Saya ber­ha­rap prog­ram ini akan tere­a­li­sasi dengan baik dan ada duku­ngan dari semua pihak, dari semua elemen masya­ra­kat, bukan hanya masya­ra­kat pesi­sir. Karena kalau ini ter­ba­ngun, maka akan men­jadi peng­ge­rak pere­ko­no­mian di kam­pung. ​Kemu­dian juga akan mem­bantu pem­ba­ngu­nan infras­truk­tur serta pena­ta­an­nya. Karena pena­taan tam­ba­tan perahu di situ teru­tama akses keluar-masuk perahu sering dike­luh­kan nela­yan akibat ter­ken­dala dengan adanya sedi­men­tasi pasir dari aliran sungai yang menye­bab­kan kedang­ka­lan. Jadi ada per­mo­ho­nan juga torang ke KKP untuk kalau boleh, torang pe der­maga itu untuk dipin­dah­kan,” kunci Lurah yang bera­sal Kelu­ra­han Rano­mea itu sen­diri.

Lurah Novke Ponga­jow (kanan) turut ber­sama Peme­rin­tah Kabu­pa­ten Mina­hasa Sela­tan mene­rima audi­ensi tim Kemen­te­rian KKP RI.

Sebe­lum­nya, tim Kemen­te­rian Kelau­tan dan Peri­ka­nan RI telah mela­ku­kan audi­ensi ber­sama Peme­rin­tah Kabu­pa­ten Mina­hasa Sela­tan ter­kait tindak lanjut hasil veri­fi­kasi prog­ram Kam­pung Nela­yan Merah Putih pada Selasa, 14 April 2026.

Dalam lapo­ran­nya, prog­res pengu­su­lan prog­ram ini telah ber­ja­lan sejak penyam­paian usulan mela­lui kanal resmi KKP RI pada 17 Okto­ber 2025.

Hasil survei men­da­lam ini dijad­wal­kan akan diba­has dalam rapat pleno oleh Kemen­te­rian Kelau­tan dan Peri­ka­nan pada 20 April 2026 men­da­tang untuk menen­tu­kan lang­kah imple­men­tasi fisik.

Bupati Mina­hasa Sela­tan, Franky Donny Wong­kar juga telah mengin­struk­si­kan kepada selu­ruh jaja­ran perang­kat daerah ter­kait untuk mela­ku­kan koor­di­nasi lintas sektor yang lebih inten­sif. Fokus utama pasca audi­ensi ini men­ca­kup penye­la­ra­san data teknis dan sin­kro­ni­sasi ren­cana aksi guna memas­ti­kan selu­ruh per­sya­ra­tan admi­nis­tra­tif dan teknis ter­pe­nuhi secara opti­mal.

Untuk dike­ta­hui, Kam­pung Nela­yan Merah Putih (KNMP) adalah prog­ram pri­o­ri­tas Kemen­te­rian Kelau­tan dan Peri­ka­nan (KKP) RI untuk men­tran­sfor­masi desa pesi­sir men­jadi kawa­san modern, pro­duk­tif, dan sejah­tera. Prog­ram ini ber­fo­kus pada pem­ba­ngu­nan infras­truk­tur peri­ka­nan terin­teg­rasi, sarana pro­duksi, dan pengu­a­tan kelem­ba­gaan (kope­rasi) dengan target 1.100 unit.

Kope­rasi Kam­pung Nela­yan Merah Putih adalah lem­baga eko­nomi pro­duk­tif terin­teg­rasi yang dike­lola oleh Kope­rasi Desa/Kelu­ra­han Merah Putih (KDKMP).

Prog­ram ini meru­pa­kan bagian dari gera­kan nasi­o­nal mem­ba­ngun eko­nomi pesi­sir dan desa dari bawah, sesuai dengan visi misi Pre­si­den Repub­lik Indo­ne­sia dalam Asta Cita ke-6 untuk peme­ra­taan eko­nomi dan pening­ka­tan kedau­la­tan pangan. (jud)

Bagikan artikel ini:

Video

admin
Ditulis oleh
admin

145 artikel diterbitkan

Weekly Story

Audio Story

Tomohon Raih Kota Terbaik 1 Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi
00:00
Berita Utama

Tomohon Raih Kota Terbaik 1 Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

30 Mei 2026
13 Kali Berturut-turut, Kota Tomohon Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025
00:00
Tomohon

13 Kali Berturut-turut, Kota Tomohon Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025

29 Mei 2026
Lihat semua audio story

Tulis Komentar

Berita Terkini

Semua Berita →
Audio Story

00:00
00:00
Kecepatan