TERKINI
Veronica Makalew Borong Empat Prestasi di Kejuaraan Catur ASEAN+ 2026: Kado Istimewa di HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  ⸻  S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Profesional sepanjang HUT ke-81 RI  ⸻  TIFF 2026: Kolaborasi dan Transformasi  ⸻  Alasan Mutu Pendidikan, Sekolah Swasta Jadi Incaran Ketimbang Sekolah Negeri   ⸻   Veronica Makalew Borong Empat Prestasi di Kejuaraan Catur ASEAN+ 2026: Kado Istimewa di HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  ⸻  S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Profesional sepanjang HUT ke-81 RI  ⸻  TIFF 2026: Kolaborasi dan Transformasi  ⸻  Alasan Mutu Pendidikan, Sekolah Swasta Jadi Incaran Ketimbang Sekolah Negeri

TIFF 2026: Kolaborasi dan Transformasi

| | 12 Pembaca | ~10 menit baca

Medi­a­lis ID, Tomo­hon —

Enam hari penuh warna, kre­a­ti­vi­tas, dan keber­sa­maan. Edisi ke 14 Tomo­hon Inter­na­ti­o­nal Flower Fes­ti­val (TIFF) 2026 resmi ditu­tup pada Rabu (12/8/2026) di GOR Babe Palar, menga­khiri rang­kaian per­he­la­tan yang sejak awal diper­si­ap­kan dengan matang oleh Peme­rin­tah Kota Tomo­hon dan selu­ruh pemangku kepen­ti­ngan.

Fes­ti­val yang mengu­sung tema “Col­la­bo­ra­tion of Spirit” ini ber­ha­sil mem­buk­ti­kan bahwa Tomo­hon layak men­jadi pusat per­ha­tian dunia.

Per­ja­la­nan TIFF 2026 dimu­lai sejak pelun­cu­ran resmi pada 4 Mei 2026 di Menara Alfa Omega. Wakil Wali Kota Sendy G.A. Ruma­jar memim­pin pro­sesi hand scan seba­gai simbol dimu­lai­nya rang­kaian fes­ti­val. Pada acara itu, Sendy mene­gas­kan bahwa TIFF bukan hanya milik Tomo­hon, melain­kan kebang­gaan Sula­wesi Utara dan Indo­ne­sia. TIFF 2026 telah dite­tap­kan oleh Kemen­te­rian Pari­wi­sata Repub­lik Indo­ne­sia seba­gai bagian dari 125 Karisma Event Nusan­tara tahun 2026.

Lang­kah pelak­sa­naan TIFF 2026 sema­kin dita­paki pada 4 Juni 2026, ketika Wali Kota Tomo­hon Caroll J.A. Senduk memim­pin rapat koor­di­nasi per­si­a­pan di Com­mand Center Pemkot Tomo­hon. Dalam rapat yang diha­diri selu­ruh jaja­ran peme­rin­tah kota ter­se­but, Caroll Senduk secara resmi mem­per­ke­nal­kan Ketua Pani­tia TIFF 2026, Levita G. Supit, S.H., M.H., dan mene­gas­kan instruksi kepada selu­ruh perang­kat daerah untuk all out dalam mem­per­si­ap­kan fes­ti­val kebang­gaan Kota Tomo­hon dan Sula­wesi Utara. Tujuan utama dari TIFF ini, seba­gai­mana dite­kan­kan Levita, adalah pening­ka­tan kese­jah­te­raan dan per­pu­ta­ran roda pere­ko­no­mian masya­ra­kat.

Per­ju­a­ngan di Tengah Efi­si­ensi: Lobi dan Duku­ngan Menga­lir

Meski begitu, TIFF tahun 2026 ini bukan tanpa tan­ta­ngan.

Kebi­ja­kan efi­si­ensi ang­ga­ran men­jadi salah satu tan­ta­ngan. Di tengah kon­disi ter­se­but, muncul pula ber­ba­gai pan­da­ngan skep­tis dan pesi­misme di tengah masya­ra­kat menge­nai pelak­sa­naan TIFF, ter­ma­suk ter­kait figur ketua pani­tia yang belum banyak dike­nal masya­ra­kat.

Tan­ta­ngan ter­be­sar yang diha­dapi pani­tia adalah kebi­ja­kan efi­si­ensi ang­ga­ran yang ber­dam­pak pada banyak sektor. Namun, hal ini tidak menyu­rut­kan sema­ngat. Seba­lik­nya, efi­si­ensi men­jadi pen­do­rong untuk bekerja lebih cerdas, lebih ino­va­tif, dan lebih banyak ber­ko­la­bo­rasi. Wali Kota Caroll Senduk mene­gas­kan bahwa keber­ha­si­lan sebuah fes­ti­val tidak hanya diten­tu­kan oleh besar­nya ang­ga­ran, tetapi oleh kuat­nya sinergi antara peme­rin­tah, masya­ra­kat, petani bunga, pelaku UMKM, komu­ni­tas kre­a­tif, dunia usaha, media, dan selu­ruh pemangku kepen­ti­ngan.

Upaya men­cari duku­ngan dila­ku­kan secara masif. Caroll Senduk ber­sama Wakil Wali Kota Sendy Ruma­jar dan Ketua Pani­tia Levita Supit mela­ku­kan serang­kaian per­te­muan dengan sejum­lah pengu­saha di Jakarta.

Hasil­nya, sejum­lah peru­sa­haan nasi­o­nal menya­ta­kan duku­ngan ter­ha­dap TIFF 2026. Salah satu rak­sasa ritel ber­ko­mit­men men­jadi spon­sor. Duku­ngan juga datang dari peru­sa­haan per­tam­ba­ngan, peru­sa­haan tek­no­logi, serta kelom­pok usaha pari­wi­sata.

Ketua Pani­tia TIFF 2026, Levita Supit, yang juga meru­pa­kan Komite Tetap Bidang Wara­laba KADIN Indo­ne­sia, meman­fa­at­kan jari­ngan luas­nya untuk mem­pro­mo­si­kan TIFF di ber­ba­gai forum inter­na­si­o­nal. Ia bahkan mem­pro­mo­si­kan TIFF 2026 lang­sung di hada­pan pelaku usaha dari 30 negara dalam ajang ASEAN Busi­ness Summit di Malay­sia.

Keha­di­ran KADIN Pusat yang mem­be­ri­kan per­ha­tian khusus kepada Tomo­hon men­jadi bukti bahwa fes­ti­val ini bukan seka­dar ajang pari­wi­sata, tetapi juga pintu masuk bagi inves­tasi dan kemit­raan stra­te­gis.

Duku­ngan juga datang dari Bank Indo­ne­sia Per­wa­ki­lan Sula­wesi Utara, PT Pega­daian, peru­sa­haan daerah, serta ber­ba­gai pihak lain­nya.

Ketua TP-PKK Sula­wesi Utara, Ny. Anik Yulius Sel­va­nus, turut ber­kon­tri­busi mela­lui desain batik khusus TIFF 2026.

Bagi Levita, duku­ngan ter­se­but tidak selalu menge­nai duku­ngan uang.

Yang jauh lebih pen­ting adalah kon­tri­busi nyata setiap pihak untuk memas­ti­kan TIFF dapat ber­ja­lan sukses dan mem­be­ri­kan man­faat bagi masya­ra­kat.

Per­si­a­pan Matang: Dari Float hingga Penga­ma­nan

Mema­suki bulan Agus­tus, per­si­a­pan sema­kin inten­sif. Jumlah peserta parade bunga melam­paui target. Hingga 1 Agus­tus, float yang ter­daf­tar men­ca­pai 33 unit, melam­paui target 27. Bahkan pada H-2, jumlah float ber­tam­bah men­jadi 36 unit—rekor ter­ba­nyak sepan­jang seja­rah TIFF. Selu­ruh bunga yang digu­na­kan dipas­ti­kan bera­sal dari petani lokal Tomo­hon.

Wali Kota Caroll Senduk ber­sama Wakil Wali Kota Sendy Ruma­jar, Ketua Pani­tia Levita Supit, dan Sek­re­ta­ris Daerah Edwin Roring menin­jau lang­sung prog­res pem­bu­a­tan ken­da­raan hias di Hang­gar Show Win­dows. Ratu­san tenaga kerja lokal dili­bat­kan dalam proses penger­jaan ken­da­raan hias ter­se­but. Keter­li­ba­tan tenaga kerja lokal mem­per­li­hat­kan bahwa TIFF tidak hanya men­cip­ta­kan ton­to­nan, tetapi juga mem­buka kesem­pa­tan eko­nomi bagi masya­ra­kat.

Dari sisi penga­ma­nan, apel gelar pasu­kan dige­lar pada 6 Agus­tus untuk memas­ti­kan koor­di­nasi lintas instansi ber­ja­lan lancar. Wali Kota Caroll Senduk ber­sama Wakil Wali Kota Sendy Ruma­jar mela­ku­kan audi­ensi dengan Kapolda Sulut, Pang­dam XIII/Mer­deka, dan Kajati Sulut untuk meminta duku­ngan penuh dalam penga­ma­nan fes­ti­val. Tak hanya men­da­pat duku­ngan penga­ma­nan, mereka pun turut meli­bat­kan diri dalam pelak­sa­naan fes­ti­val.

Pem­bu­kaan dan Puncak Acara

Pem­bu­kaan resmi TIFF 2026 dige­lar di GOR Babe Palar pada Jumat (7/8/2026). Puncak acara, Tour­na­ment of Flo­wers (ToF), dige­lar pada Sabtu (8/8/2026) dengan pusat kegi­a­tan di kawa­san Menara Alfa Omega. Seba­nyak 36 ken­da­raan hias ber­ba­lut ribuan bunga segar ber­pa­rade menyu­suri rute dari Show Window Kakas­ka­sen hingga Sta­dion Babe Palar.

Tiga belas negara saha­bat turut mera­mai­kan fes­ti­val tahun ini, ter­ma­suk Bosnia, Kepu­lauan Solo­mon, Kazakh­stan, Polan­dia, Kuba, Korea Sela­tan, Fili­pina, dan Eti­o­pia. Keha­di­ran para dele­gasi inter­na­si­o­nal ini men­jadi bukti penga­kuan dunia ter­ha­dap Tomo­hon seba­gai des­ti­nasi wisata dan pusat flo­ri­kul­tura. Guber­nur Sula­wesi Utara Yulius Sel­va­nus turut hadir dan mene­gas­kan duku­ngan Pem­prov Sulut ter­ha­dap TIFF seba­gai agenda pari­wi­sata ung­gu­lan.

Dampak Eko­nomi dan Kebang­ki­tan UMKM

TIFF 2026 tidak hanya meng­ha­dir­kan kein­da­han, tetapi juga mem­be­ri­kan dampak eko­nomi yang nyata. Seba­nyak 37 kelom­pok petani bunga lokal menyi­ap­kan seki­tar 353.000 pohon krisan. Lebih dari 210.000 pohon bunga segar dise­rap oleh 36 float yang ter­daf­tar. Per­pu­ta­ran eko­nomi di ting­kat petani saja diper­ki­ra­kan men­ca­pai lebih dari Rp840 juta.

Angka ter­se­but menun­juk­kan bahwa bunga bukan seka­dar elemen deko­ra­tif dalam TIFF. Bunga men­jadi bagian dari rantai eko­nomi yang meli­bat­kan petani, pekerja, pengu­saha, pelaku UMKM, hingga sektor pari­wi­sata.

Wakil Men­teri Eko­nomi Kre­a­tif Irene Umar meni­lai Tomo­hon memi­liki kekha­san yang dapat mem­bawa iden­ti­tas lokal ke pang­gung inter­na­si­o­nal. Menu­rut­nya, Tomo­hon tidak hanya dapat dike­nal seba­gai kota bunga, tetapi juga memi­liki produk khas seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri yang ber­po­tensi men­jadi bagian dari keku­a­tan eko­nomi kre­a­tif daerah. Fes­ti­val ini juga mem­buka ruang untuk busi­ness to busi­ness (B2B) mat­ching, per­da­ga­ngan, dan inves­tasi.

Ino­vasi baru hadir mela­lui Tom­Fest (Tomo­hon Fes­ti­val), yang untuk per­tama kali­nya dige­lar seba­gai wadah pro­mosi bagi pelaku UMKM Kota Tomo­hon. Seba­nyak 86 pelaku UMKM men­daf­tar, ber­saing mengisi 20 stan yang ter­se­dia. Tom­Fest ber­lang­sung di area depan GOR Babe Palar ber­sa­maan dengan Expo TIFF 2026, dengan proses kurasi untuk memas­ti­kan produk yang ditam­pil­kan benar-benar ber­ku­a­li­tas.

Cele­bes Market Day “From Tomo­hon to the World” juga dige­lar di Mic­hino Eki Pakewa seba­gai ruang bagi pelaku UMKM untuk bela­jar, ber­ko­la­bo­rasi, dan mem­buka akses pasar yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Sendy Ruma­jar men­do­rong UMKM lokal untuk mening­kat­kan kua­li­tas dan ino­vasi agar produk Tomo­hon mampu menem­bus pasar nasi­o­nal hingga inter­na­si­o­nal. Per­min­taan bunga mening­kat tajam selama TIFF ber­lang­sung, digu­na­kan untuk ken­da­raan hias, deko­rasi, hingga ber­ba­gai kebu­tu­han acara. PT Bank SulutGo (BSG) turut men­du­kung dengan mem­be­ri­kan pem­bi­a­yaan kepada petani bunga dan pelaku UMKM.

Komit­men Ling­ku­ngan: Dari Zero Waste hingga Aksi Peng­hi­jauan

Di tengah gemer­lap parade bunga dan atraksi budaya, TIFF 2026 juga mengu­sung misi peles­ta­rian ling­ku­ngan yang kuat. Momen­tum ini diman­fa­at­kan untuk mene­gas­kan komit­men Tomo­hon seba­gai kota yang bersih, hijau, dan ber­ke­lan­ju­tan.

Salah satu pen­ca­paian pen­ting adalah didek­la­ra­si­kan­nya Komit­men Ber­sama “Kota Bunga, Zero Waste” pada 8 Agus­tus 2026 di Show Window Kakas­ka­sen. Dek­la­rasi ini meli­bat­kan unsur peme­rin­tah daerah, legis­la­tif, dan masya­ra­kat Kota Tomo­hon. Prog­ram Tomo­hon Zero Waste City diha­rap­kan tidak hanya men­jadi gera­kan saat TIFF, tetapi ber­kem­bang men­jadi budaya ber­sama masya­ra­kat dalam men­jaga keber­si­han kota, mengu­ra­ngi tim­bu­lan sampah, dan men­cip­ta­kan ling­ku­ngan yang nyaman dan ber­ke­lan­ju­tan.

Aksi nyata lain­nya adalah pena­na­man bunga yang meli­bat­kan dele­gasi dari 13 negara saha­bat pada 8 Agus­tus 2026. Para duta besar dan per­wa­ki­lan dip­lo­ma­tik turut serta mena­nam bunga seba­gai simbol per­sa­ha­ba­tan dan kerja sama inter­na­si­o­nal, seka­li­gus mene­gas­kan pesan global bahwa peles­ta­rian ling­ku­ngan adalah tang­gung jawab ber­sama lintas negara.

Tak kalah pen­ting, rang­kaian TIFF 2026 juga diisi dengan Eco Trail Run pada 7 Agus­tus 2026, yang meman­fa­at­kan karak­ter alam dan lan­skap Tomo­hon seba­gai bagian dari penga­la­man wisata ber­ba­sis ling­ku­ngan. Seba­nyak 200 peserta ber­lari menem­bus per­bu­ki­tan dan kein­da­han alam Tomo­hon.

Rang­kaian Kegi­a­tan Lain yang Meri­ah­kan TIFF

Selain Tour­na­ment of Flo­wers, Eco Trail Run, dan Tom­Fest, TIFF 2026 juga dime­ri­ah­kan oleh ber­ba­gai kegi­a­tan pen­du­kung yang meli­bat­kan masya­ra­kat luas:

· Tomo­hon Flower Car­ni­val: Menam­pil­kan busana kre­a­tif yang mengang­kat tema bunga dan keka­yaan budaya lokal.
· Tou­rism, Trade, Inves­tment & Flo­ri­cul­ture Expo: Dige­lar di GOR Babe Palar untuk mem­per­te­mu­kan pelaku UMKM dengan inves­tor.
· Lomba Tari Kolcis: Menam­pil­kan tarian tra­di­si­o­nal Kolcis dari ber­ba­gai kate­gori dengan total hadiah Rp21 juta.
· Kawa­nua Sedu­nia Pulang Kam­pung: Kegi­a­tan yang mem­per­te­mu­kan dias­pora Kawa­nua dengan kam­pung hala­man.
· Dip­lo­ma­tic Tour: Kun­ju­ngan para dele­gasi ke ber­ba­gai des­ti­nasi wisata di Tomo­hon.

Penu­tu­pan dan Hara­pan ke Depan

Pada akhir­nya, rang­kaian TIFF 2026 resmi ditu­tup pada Rabu (12/8/2026) di GOR Babe Palar. Dalam sam­bu­tan­nya, Wali Kota Caroll Senduk menyam­pai­kan rasa syukur dan mene­gas­kan bahwa TIFF adalah milik selu­ruh masya­ra­kat Kota Tomo­hon yang telah men­jadi tuan rumah yang baik. Caroll Senduk mene­gas­kan TIFF kini telah ber­kem­bang men­jadi plat­form untuk mem­per­ke­nal­kan Tomo­hon mela­lui sektor pari­wi­sata, budaya, eko­nomi kre­a­tif, per­da­ga­ngan, hingga dip­lo­masi daerah.

“Fes­ti­val ini tidak hanya meng­ha­dir­kan kein­da­han selama bebe­rapa hari, tetapi mem­be­ri­kan mul­tip­lier effect bagi pere­ko­no­mian masya­ra­kat. Bunga Tomo­hon sema­kin dike­nal, produk UMKM Tomo­hon sema­kin luas pasar­nya dan naik kelas,” ujar­nya.

Kepada gene­rasi muda, Wali Kota ber­pe­san agar tidak hanya men­jadi penon­ton, tetapi mengam­bil peran aktif dalam pem­ba­ngu­nan daerah.

“Jangan hanya men­jadi penon­ton dari peru­ba­han, jadi­lah bagian dari peru­ba­han itu. Jadi­kan tek­no­logi seba­gai alat untuk ber­karya, jadi­kan kre­a­ti­vi­tas seba­gai keku­a­tan, jadi­kan budaya seba­gai iden­ti­tas, dan jadi­kan Tomo­hon seba­gai tempat untuk tumbuh, beri­no­vasi, dan mem­ba­ngun masa depan.”

Sema­ngat Kola­bo­rasi: Wari­san TIFF 2026

Tema “Col­la­bo­ra­tion of Spirit” bukan­lah seka­dar slogan. Ia adalah nadi yang meng­ge­rak­kan selu­ruh rang­kaian TIFF 2026. Kola­bo­rasi ter­li­hat nyata ketika 37 petani bunga, 600 tenaga kerja lokal, 86 pelaku UMKM, 13 negara saha­bat, pulu­han spon­sor, dan selu­ruh elemen masya­ra­kat ber­ge­rak ber­sama dalam satu har­moni. Kola­bo­rasi ter­li­hat ketika peme­rin­tah kota dan pro­vinsi, aparat kea­ma­nan, pelaku usaha, komu­ni­tas kre­a­tif, dan media ber­si­nergi tanpa henti.

Pesan men­da­lam datang dari pen­ce­tus per­tama TIFF, Jef­fer­son SM Ruma­jar, yang juga meru­pa­kan ayah dari Wakil Wali Kota Tomo­hon saat ini, Sendy Ruma­jar. Dalam cata­tan­nya yang ditu­lis pada 8 Agus­tus 2026 dari Ban­dung, Jef­fer­son menge­nang awal mula per­ja­la­nan pan­jang fes­ti­val ini. Ia menu­lis bahwa TIFF diga­gas pada tahun 2008 dan 2010 dengan tujuan mem­buat akse­le­rasi dalam pengem­ba­ngan Kota Tomo­hon, yang pada waktu itu baru lahir seba­gai kota otonom. Kini, sete­lah 18 tahun ber­lang­sung, ia mem­be­ri­kan apre­si­asi ter­ha­dap Peme­rin­tah Kota Tomo­hon dan Pani­tia 2026 karena ber­ha­sil mem­be­ri­kan warna baru dalam per­he­la­tan kali ini.

Jef­fer­son menyim­pul­kan bahwa TIFF 2026 tidak lagi semata-mata ber­ti­tik berat pada kegi­a­tan sere­mo­nial, tetapi sudah mulai masuk ke sektor-sektor yang lebih fun­da­men­tal, yakni pengem­ba­ngan eko­nomi masya­ra­kat mela­lui UMKM dan eko­nomi kre­a­tif, dengan bunga tetap men­jadi faktor peng­ge­rak utama. Hara­pan­nya, TIFF kali ini men­jadi momen­tum untuk ber­tran­sfor­masi dari kegi­a­tan sere­mo­nial men­jadi kegi­a­tan yang pro­duk­tif dan bero­ri­en­tasi bisnis, mem­per­te­mu­kan pelaku usaha ting­kat nasi­o­nal dan daerah.

“Sudah saat­nya Kota Tomo­hon mengu­bah citra dan jati diri Kota Tomo­hon dengan menge­de­pan­kan par­ti­si­pasi yang mak­si­mal dari selu­ruh kom­po­nen masya­ra­kat. Saat ini tan­ta­ngan­nya adalah Tomo­hon harus maju dengan kemam­puan dan iden­ti­tas masya­ra­kat itu sen­diri,” tulis Jef­fer­son.

Ia menu­tup cata­tan­nya dengan pesan abadi: “Bunga harus tetap men­jadi ikon Kota Tomo­hon, harus tetap men­jadi pere­kat masya­ra­kat Kota Tomo­hon”. Dan seperti yang selalu ia gaung­kan sejak awal, “Dengan bunga, masya­ra­kat Tomo­hon baha­gia. With Flower, People Hap­pi­ness”.

Dengan bera­khir­nya TIFF 2026, sema­ngat kola­bo­rasi yang telah ter­ba­ngun tidak boleh padam. Iden­ti­tas Tomo­hon seba­gai kota flo­ri­kul­tura dapat terus dikem­bang­kan sepan­jang tahun mela­lui produk khas seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri, potensi agro­wi­sata, usaha kre­a­tif, serta pelu­ang per­da­ga­ngan dan inves­tasi. Karena ketika kola­bo­rasi men­jadi nyata, Tomo­hon bukan hanya ber­si­nar—ia ber­si­nar ber­sama dunia. (Jud)

Bagikan artikel ini:

Video

admin
Ditulis oleh
admin

145 artikel diterbitkan

Weekly Story

Audio Story

Tomohon Raih Kota Terbaik 1 Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi
00:00
Berita Utama

Tomohon Raih Kota Terbaik 1 Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

30 Mei 2026
13 Kali Berturut-turut, Kota Tomohon Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025
00:00
Tomohon

13 Kali Berturut-turut, Kota Tomohon Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025

29 Mei 2026
Lihat semua audio story

Tulis Komentar

Berita Terkini

Semua Berita →
Audio Story

00:00
00:00
Kecepatan