TERKINI
Veronica Makalew Borong Empat Prestasi di Kejuaraan Catur ASEAN+ 2026: Kado Istimewa di HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  ⸻  S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Profesional sepanjang HUT ke-81 RI  ⸻  TIFF 2026: Kolaborasi dan Transformasi  ⸻  Alasan Mutu Pendidikan, Sekolah Swasta Jadi Incaran Ketimbang Sekolah Negeri   ⸻   Veronica Makalew Borong Empat Prestasi di Kejuaraan Catur ASEAN+ 2026: Kado Istimewa di HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  ⸻  S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Profesional sepanjang HUT ke-81 RI  ⸻  TIFF 2026: Kolaborasi dan Transformasi  ⸻  Alasan Mutu Pendidikan, Sekolah Swasta Jadi Incaran Ketimbang Sekolah Negeri

Dipimpin Louis Shcramm, RDP Komisi IV DPRD Sulut bersama Dikda dan Disnakertras Soroti Sejumlah Program

| | | 50 Pembaca | ~3 menit baca

Manado, medi­a­lis.id –

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sula­wesi Utara, Louis Shcramm, memim­pin Rapat Dengar Pen­da­pat (RDP) ber­sama dua mitra kerja, yakni Dinas Pen­di­di­kan Daerah (Dikda) dan Dinas Tenaga Kerja dan Tran­smig­rasi (Dis­na­ker­trans) Sulut, Senin (11/05/2026).

RDP yang ber­lang­sung di gedung DPRD Sulut itu mem­ba­has capaian kinerja kedua dinas pada tri­wu­lan I tahun 2026.

Rapat diha­diri Sek­re­ta­ris Komisi IV Pri­ci­lia Cindy Wura­ngian serta ang­gota komisi :  Vio­nita Kuera, Prof Jul­yeta Run­tu­wene, dan Mus­li­mah Mongi­long. Di sisi lain, hadir pula  Kepala Dinas Dikda Sulut Femmy Suluh beserta jaja­ran­nya.

Sejum­lah per­ta­nyaan kritis dilon­tar­kan ang­gota dewan dalam rapat itu. Salah satu yang paling menyita per­ha­tian datang dari Sek­re­ta­ris Komisi IV, Pri­ci­lia Cindy Wura­ngian, yang mem­per­so­al­kan imple­men­tasi pem­ba­ta­san akses media sosial bagi pela­jar di bawah 16 tahun seka­li­gus kekha­wa­ti­ran­nya atas melu­as­nya peng­gu­naan AI di ling­ku­ngan seko­lah.

“Saya ingin ber­ta­nya ber­kai­tan dengan pem­ba­ta­san mengak­ses media sosial yang diber­la­ku­kan bagi anak di bawah usia 16 tahun. Seperti apa imple­men­ta­si­nya di Pro­vinsi Sula­wesi Utara ini, dan lebih dari itu, saya meli­hat seko­lah-seko­lah seka­rang yang mayo­ri­tas diminta siswa dan siswi untuk mem­bawa perang­kat elek­tro­nik ke seko­lah,” ujar Cindy.

Poli­tisi Golkar dari dapil Minut–Bitung itu mene­gas­kan bahwa kema­juan tek­no­logi harus diim­ba­ngi dengan kebi­ja­kan yang melin­du­ngi daya pikir siswa.

“Jangan sampai kemam­puan ber­pi­kir kritis dari anak-anak kita ini digan­ti­kan oleh AI semu­a­nya. Nah, keter­li­ba­tan dari dinas pen­di­di­kan ini seperti apa yang akan diatur,” tegas­nya.

Cindy pun men­do­rong Dinas Pen­di­di­kan Sulut bela­jar dari daerah lain yang sudah memi­liki regu­lasi jelas dan tidak seka­dar wacana.

“Kita meli­hat contoh di kota-kota lain­nya yang sudah maju, mereka sudah ada surat edaran yang jelas dari Peme­rin­tah setem­pat yang memang benar-benar menga­tur sehingga ada indi­ka­tor-indi­ka­tor yang jelas dan tidak abu-abu dan tidak hanya wacana-wacana saja yang dilem­par­kan tetapi memang ada prog­ram yang sangat jelas. Jadi saya ingin tahu apakah di dinas pen­di­di­kan Sula­wesi Utara memi­liki hal yang sama,” ucap­nya.

Selain isu ter­se­but, Cindy juga mem­per­ta­nya­kan meka­nisme ban­tuan studi bagi siswa SMA dan SMK, ter­ma­suk apakah pene­rima tahun sebe­lum­nya masih berhak men­daf­tar kem­bali.

“Apakah di tahun 2026 ini ada syarat misal­nya yang sudah mene­rima ban­tuan studi di tahun lalu, atau tahun ini dibe­ri­kan kesem­pa­tan kepada yang lain. Atau­kah bisa mereka ber­tu­rut-turut men­daf­tar untuk men­da­pat­kan ban­tuan ter­se­but,” tanya­nya.

Ia juga mena­gih pen­je­la­san soal sin­kro­ni­sasi data peme­rin­tah daerah dengan pusat, khu­sus­nya menyang­kut ban­tuan Prog­ram Kelu­arga Hara­pan (PKH) bagi anak usia seko­lah.

“Bagai­mana dinas pen­di­di­kan men­sin­kron­kan data yang banyak digu­na­kan oleh peme­rin­tah pusat juga karena kita tahu ber­sama ada ban­tuan-ban­tuan dari kemen­te­rian, kalau tidak salah PKH yang kom­po­nen­nya ada anak usia seko­lah,” tukas Cindy.

Meres­pons ber­ba­gai per­ta­nyaan itu, Kepala Dinas Dikda Sulut Femmy Suluh men­je­las­kan bahwa kebi­ja­kan pengum­pu­lan ponsel saat jam pela­ja­ran sudah ber­ja­lan. Siswa diwa­jib­kan menye­rah­kan ponsel mereka sebe­lum pela­ja­ran dimu­lai dan baru men­da­pat­kan­nya kem­bali seusai kegi­a­tan bela­jar. Lang­kah ini dik­laim mem­buat siswa lebih banyak ber­so­si­a­li­sasi lang­sung dengan sesama teman di seko­lah.

Komisi IV DPRD Sulut tidak puas hanya dengan jawa­ban lisan. Mereka pun menga­gen­da­kan kun­ju­ngan lapa­ngan lang­sung ke seko­lah-seko­lah untuk meman­tau sejauh mana kebi­ja­kan itu benar-benar dite­rap­kan.

Selan­jut­nya DRPD Komisi IV melan­jut­kan kegi­a­tan RDP ber­sama Dis­na­ker­trans Pro­vinsi Sulut yang turut diha­diri Kepala Dinas ber­sama jaja­ran­nya.

Bagikan artikel ini:

Video

admin
Ditulis oleh
admin

145 artikel diterbitkan

Weekly Story

Audio Story

Tomohon Raih Kota Terbaik 1 Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi
00:00
Berita Utama

Tomohon Raih Kota Terbaik 1 Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

30 Mei 2026
13 Kali Berturut-turut, Kota Tomohon Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025
00:00
Tomohon

13 Kali Berturut-turut, Kota Tomohon Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025

29 Mei 2026
Lihat semua audio story

Tulis Komentar

Berita Terkini

Semua Berita →
Audio Story

00:00
00:00
Kecepatan