Manado, medialis.id/ – Standius Bara Prima, S.Ikom., M.Ikom., resmi terpilih sebagai Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara periode 2026–2031. Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) III di Four Points by Sheraton Manado, Minggu (26/4/2026).
Forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia menjadi penanda pergeseran arah gerakan politik anak muda di Sulut, yakni dari pola yang sebelumnya cenderung elitis menuju gerakan yang lebih strategis dan berdampak.

Proses pemilihan kali ini berlangsung dinamis namun tetap terkendali. Adu gagasan lebih menonjol dibanding sekadar kompetisi figur, menandakan kematangan politik kader muda yang mulai bergeser ke arah substansi, tidak lagi berkutat pada pendekatan elitis yang tertutup.
Ketua Umum TIDAR Pusat, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, hadir langsung menyerahkan pataka organisasi kepada Bara Prima. Penyerahan simbol itu menandai estafet kepemimpinan sekaligus sinyal bahwa TIDAR Sulut diharapkan mengambil peran lebih besar dalam membangun basis pemilih muda, terutama menjelang kontestasi politik ke depan.

Dalam pidato perdananya, Bara Prima menegaskan bahwa tantangan terbesar TIDAR bukan lagi pada eksistensi, melainkan pada relevansi di tengah perubahan zaman. Kepemimpinannya akan difokuskan pada transformasi organisasi.
“Organisasi ini harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol. Kita akan memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput, sekaligus menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemuda,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan. TIDAR Sulut harus menjadi ruang lahirnya pemimpin muda yang tidak hanya siap secara politik, tetapi juga punya kapasitas intelektual dan kepekaan sosial.
Musda III ini membuka babak baru bagi TIDAR Sulut. Dengan komposisi kepengurusan baru, organisasi ini berkomitmen keluar dari pola lama yang dinilai terlalu elitis. Targetnya, menjangkau lebih luas komunitas anak muda—pelaku UMKM, mahasiswa, hingga generasi digital yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam ruang politik formal.

Hasil Musda ini menjadi sinyal bahwa TIDAR Sulut tengah bersiap mengambil posisi strategis: bukan hanya sebagai mesin kaderisasi partai, tetapi juga katalisator perubahan sosial di daerah.
Kini, dengan legitimasi kuat dari pusat dan dukungan solid kader di daerah, kepemimpinan Bara Prima diuji. Pekerjaan rumahnya adalah menerjemahkan semangat besar Musda menjadi gerakan nyata yang berdampak luas bagi pemuda Sulawesi Utara.
