Manado, medialis.id/ – Sektor pariwisata Sulawesi Utara mencatat lonjakan signifikan di awal tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara yang dirilis Maret 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2026 mencapai 7.550 kunjungan, naik 34,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Angka ini juga menunjukkan peningkatan sebesar 7,55 persen dibandingkan Desember 2025 (month-to-month). Mayoritas wisman masuk melalui Bandara Sam Ratulangi, dengan total 7.549 kunjungan melalui jalur udara dan sisanya melalui jalur laut.
Komposisi wisman yang berkunjung ke Sulawesi Utara pada Januari 2026 didominasi oleh wisatawan asal Tiongkok sebanyak 3.977 kunjungan (52,68 persen) dan Korea Selatan 2.990 kunjungan (39,60 persen). Sisanya berasal dari Singapura (89 kunjungan), Amerika Serikat (73), Jerman (42), serta sejumlah negara lainnya.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menilai capaian ini merupakan hasil dari strategi penguatan aksesibilitas dan promosi internasional yang terus digencarkan.
Pemerintah provinsi telah membuka rute penerbangan langsung dari Seoul–Manado dan Taipei–Manado yang mulai beroperasi pada 2026.
Tak hanya wisatawan asing, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulawesi Utara juga mengalami pertumbuhan. BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus pada Januari 2026 mencapai 1.232.868 perjalanan, naik 15,04 persen secara tahunan.
Kota Manado menjadi destinasi utama dengan 289.974 perjalanan, diikuti Kabupaten Minahasa (201.728) dan Kabupaten Minahasa Utara (151.437). Peningkatan distribusi wisatawan ke kabupaten/kota menunjukkan pemerataan manfaat pariwisata sesuai komitmen pemerintah provinsi.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Januari 2026 mencapai 40,32 persen, naik 2,78 poin dibanding Januari 2025. Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang tercatat 2,40 hari, meningkat dari periode sebelumnya.
Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi atas capaian ini dan menegaskan bahwa sektor pariwisata akan terus didorong sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami akan terus memperkuat konektivitas dan promosi agar Sulawesi Utara semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di kawasan Pasifik,” ujarnya.
Capaian positif di awal 2026 ini menjadi modal berharga bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mewujudkan visi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
